Dinamika Pembinaan Anggota

Sistem Keanggotaan

Sistem keanggotaan Kopma – Ws bersifat otomatis. Dengan demikian, seluruh mahasiswa IAIN Walisongo adalah anggota. Kopma – Ws, dengan jumlah anggota mencapai 5.000 orang. Ini merupakan peluang sekaligus tangtangan yang besar bagi Kopma – Ws untuk bekerja dan mengembangkan usaha secara optimal dan berkesinambungan.

Pola Pembinaan Anggota

Dengan menyadari predikat dan kedudukan Kopma – Ws sebagai koperasi kader dan wahana pendidikan mahasiswa untuk berlatih diri dalam menjalankan organisasi ekonomi, maka Kopma – Ws tidak semata – mata berusaha agar mampu membuat anggotanya lebih sejahtera, akan tetapi berusaha agar anggotanya lebih terdidik. Oleh karena itu setiap anggota diupayakan senantiasa aktif dalam berbagai aktifitas pembinaan sumber daya anggota melalui beberapa jalur, yaitu :

a. Pendidikan Anggota Koperasi

Dalam rangka memberikan dasar tentang koperasi, maka setiap mahasiswa baru (anggota baru) diharuskan untuk mengikuti pendidikan anggota koperasi, dengan bertujuan mengetahui perihal koperasi dan berpartisipasi aktif di koperasi mahasiswa sebagai anggota koperasi.

b. Pendidikan Dasar Kader Koperasi (PDKK)

Untuk mempersiapkan kader koperasi yang memiliki wawasan perkoperasian, setiap kader wajib untuk mengikuti Diksar kop dengan materi-materi dasar perihal perkoperasian kewirausahaan (entrepreneurship).

c. Pendidikan Menengah Perkoperasian (Dikmenkop)

Sebagai lanjutan dari Diksarkop, Kopma –Ws menyelenggarakan Dikmenkop dengan memberikan materi-materi teoritik dan aplikatif perihal koperasi, baik pada manajemen usaha maupun organisasi.

d. Pendidikan Tingkat Lanjutan (Dikjut)

Sebagai proses perkaderan tertinggi di Kopma –Ws dan merupakan pelatihan khusus untuk mempersiapkan penerus kepengurusan dan kepengelolaan Kopma- Ws. Dalam pendidikan ini peserta dibekali pengetahuan manajemen dan organisasi yang nantinya diharapakan adanya estafet yang sinergis dan berkesinambungan antara pengurus atau pengelola sekarang dengan yang akan datang.

e. Magang (On The Job Training)

Proses ini merupakan wahana bagi kader untuk dapat menambah wawasan dunia teoritik dan praktis. Dengan beberapa tahapan diharapkan kader memiliki wawasan dalam dunia bisnis aplikatif yang nantinya dapat diaplikasikan.

f. Pendidikan Khusus

Pendidikan khusus ini mengarah pada pembinaan yang bersifat praktis untuk membekali kader dengan keahlian-keahlian tertentu untuk menggali bakat dan potensinya. Pendidikan khusus ini diantaranya adalah:

1. Pelatihan Akuntansi

2. Pelatihan Komputer

3. Pelatihan Jurnalistik

4. Workshop Kewirausahaan / Bisnis Retail

g. Lembaga Pengkaderan/ Bakat dan Minat

Dalam rangka menyalurkan bakat dan minat para anggota, Kopma – Ws mempunyai beberapa wadah pengkaderan yaitu:

a. Legawa (Lembaga Keorganisasian Walisongo)

b. eL-Diklat (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan)

c. LK2EW (Lembaga Kajian Koperasi dan Ekonomi Walisongo)

d. LPKKW (Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Kreativitas Walisongo)

Template by:

Free Blog Templates